bloguez.com

Friday, January 15, 2010

Kisah Hud-Hud, burung pengintip Nabi Sulaiman Alaihissalam

Assalamualaikum sahabat sekalian...Malam ni ape kate kite bercerita dengan anak-anak kite mengenai kisah burung hud-hud, si burung pengintip Nabi Sulaiman Alaihissalam..




Kisah ini tersebut dalam firman Allah S.W.T:-

Dari Surah Al-Naml ayat 20 hingga ayat 44 yang bermaksud :

"Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, “Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah ia termasuk yang tidak hadir?” (20) Pasti akan kuhukum ia dengan hukuman yang berat atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas.(21) Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud) lalu ia berkata, “Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari Negeri Saba’ membawa suatu berita yang meyakinkan(22). Sesungguhnya, telah kudapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar”( 23) Aku(burung hud-hud)dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan syaitan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka,sehingga menghalangi mereka dari jalan Allah,maka mereka tidak mendapat petunjuk. (24) Mereka (juga) tidak menyembah Allah yang Mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang Mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu nyatakan(25). Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia,Tuhan yang mempunyai ‘Arasy yang agung( 26). Dia (Sulaiman) berkata, “Akan kita lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta(27). Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan”(28)….


Alkisah –dalam sebuah penafsiran- bahawa setelah membangunkan Baitulmuqaddis, setibanya di San'a - ibu kota Yeman , ia memanggil burung hud-hud sejenis burung belatuk untuk disuruh mencari sumber air di tempat yang kering tandus itu.Ternyata bahawa burung hud-hud yang dipanggilnya itu tidak berada diantara kawasan burung yang selalu berada di tempat untuk melakukan tugas dan perintah Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman marah dan mengancam akan mengajar burung Hud-hud yang tidak hadir itu bila ia datang tanpa alasan dan uzur yang nyata. Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata:  
“Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini” (An-Naml: 22)
“Sungguh, kudapati yang memerintah mereka ,dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar” (An-Naml: 23)
“Aku dapati dia dan kaumnya menyembah matahari,bukan kepada Allah dan setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka,sehingga menghalangi mereka dari jalan Allah,maka mereka tidak mendapat petunjuk” (An-Naml: 24)
“Mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu nyatakan” (An-Naml: 25)
“Allah,tidak ada Tuhan melainkan Dia,Tuhan yang mempunyai ‘Arasy yang agung” (An-Naml: 26)


Nabi Sulaiman yang terkenal dengan kematangan akal dan hikmahnya tidak merespon kecuali dengan berkata:  "Baiklah, kali ini aku ampuni dosamu kerana berita yang engkau bawakan ini yang aku anggap penting untuk diperhatikan dan untuk mengesahkan kebenaran beritamu itu, bawalah suratku ini ke Saba dan lemparkanlah ke dalam istana ratu yang engkau maksudkan itu, kemudian kembalilah secepat-cepatnya, sambil kami menanti perkembangan selanjutnya bagaimana jawapan ratu Saba atas suratku ini.  
"Akan kita lihat, apa kamu benar, ataukah kamu termasuk orang-orang yang berdusta” (An-Naml: 27)
 

Dapatkan e-bedtime storybook yg pertama di Malaysia di
http://www.ceritaanakku.com

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Related Posts with Thumbnails